tafsir al-muyassar tentang Al-Wakiil




1.       Al-muzammil ayat 9

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا
 “(Dialah) tuhan masyriq dan magrib, tiadda tuhan (yang berhak disembah) melainkan ia, maka ambilah Dia sebagai pelindung.”
Tafsir Al-muyassar:
Dialah penguasa timur dan barat, tiada yang berhak disembah melainkan Dia, maka bersandarlah padaNya dan serahkan segala urusan padaNya.
2.       Al-ahzab ayat 48

وَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا
Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertaqwalah pada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.”
Tafsir Al-muyassar:
Jangan menaati – wakil rasul- ucapan orang kafir atau munafik, biarkan gangguan mereka. Hal itu jangan sampai menghalangimu menyampaikan risalah. Percayalah pada Allah dalam segala urusanmu dan bersandarlah kepada-Nya niscaya Dia mencukupkan mu dadi apa yang membebani mu. Dari segala perkara dunia dan ahirat.
3.       al-ahzab ayat 3
و توكلى الله و كفى باللهووكيلا
”Dan bertawakalah pada Allah, dan cukuplah Allah sebagai pemelihara.”
Tafsir Al-muyassar:
Bersandarlah kepada Rab mu, serahkanlah segala urusanmu kepada –Nya, cukuplah Allah sebagai penjaga bagi siapa yang bertawakal dan kembali pada-Nya.
4.       Al-israa’ ayat 65
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلا
“Sesungguhnya hamba-hamba Ku kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah tuhan mu sebagai penjaga.”
Tafsir Al-muyassar:
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang beriman lagi ihlas yang menaati –Ku , kamu tidak memiliki kuasa untuk menyesatkan mereka. Cukuplah Robb-Mu, wahai Nabi, sebagai pelindung  dan penjaga bagi  orang-orang mukmin dari tipu daya setan.
5.       Al-Qoshash ayat 28
قال ذلك بيني و بنك أيما الاجلين قضيت فلا عدوان عليواله على ما نقول و كيل

“Dia (Musa) berkata,” itulah perjanjian antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan.”
Tafsir Al-Muyassar:
Musa menjawab, “Apa yang engkau katakan itu berlaku antara diriku dengan dirimu. Masa mana dari keduanya telah aku tunaikan dalam bekerja, maka aku telah menunaikan kewajibanku, sehingga engkau berhak menuntut tambahan atasnya. Dan Allah menjaga dan mengawasi apa yang kita katakan, Dia mengetahui apa yang kita ikrarkan.
6.       Yusuf ayat 66
قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ اللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ     

“ Ya’qub berkata: “ Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh”. Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya’qub berkata: “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)”.
Tafsir Al-Muyassar:
Ya’qub AS berkata kepada mereka, “Aku tidak akan membiarkannya pergi bersama kalian hingga kalian berjanji dan bersumpah kepadaku, kecuali akan mengembalikannya kepadaku, kecuali jika kalian dikalahkan dan kalian tidak mampu membebaskan diri darinya. “Tatkala mereka memberikan janji kepadanya atas nama Allah sebagaimana yang dimintanya, maka Ya’qub berkata, Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan. “Yakni, cukuplah bagi kita persaksian-Nya atas kita dan penjagaan-Nya untuk kita.
7.       Huud ayat 12
فَلَعَلَّكَ تَارِكٌ بَعْضَ مَا يُوحَى إِلَيْكَ وَضَائِقٌ بِهِ صَدْرُكَ أَنْ يَقُولُوا لَوْلا أُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ جَاءَ مَعَهُ مَلَكٌ إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“ Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “ Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia satu malaikat? “Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar:
Maka boleh jadi engkau -wahai Rasul- karena begitu besarnya kekufuran dan pendustaan yang engkau lihat pada mereka, engkau hendak meninggalkan sebagian wahyu yang telah Allah turunkan dan perintahkan kepadamu untuk disampaikan, dan hatimu akan merasa sempit karenanya. Engkau khawatir kalau mereka akan meminta darimu permintaan yang menyusahkan, seperti permintaan mereka, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta yang banyak?” atau “datang bersamanya malaikat untuk membenarkan risalahnya.” Maka, sampaikanlah kepada mereka apa yang telah Aku wahyukan kepadamu. Tugasmu hanyalah memberi peringatan  dengan apa yang telah Aku wahyukan kepadamu. Dan, Allah Pemelihara segala sesuatu lagi mengatur segala urusan makhluk-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

just for you

Kewajiban Puasa Ramadhan